Selasa, 12 Juni 2012

PT.Madukismo

Sejarah Singkat


1.1 PG-PS Madukismo

Adalah satu satunya Pabrik Gula dan Pabrik Alkohol / Spiritus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengemban tugas untuk Mensukseskan program pengadaan pangan Nasional,Khususnya Gula Pasir,Sebagai Perusahaan padat karya banyak menampung tenaga kerja dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta .

Dibangun          : Tahun 1955
Atas Prakarsa   : Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Diresmikan       : Tanggal 29 Mei 1958
                          Oleh Presiden RI Pertama Ir.Soekarno
Mulai Produksi : Pabrik Gula    : Tahun 1958
                            Pabrik Spiritus          : Tahun 1959
1.2 Lokasi
            Diatas Bangunan Pabrik Gula Padokan (satu diantara 17 Pabrik Gula di DIY  yang di bangun pada pemerintahan Belanda tetapi bumihanguskan pada masa pemerintahan Jepang  ),Yang terletak di desa Padokan , Kelurahan Tirtonirmolo , Kecamatan Kasihan ,Kabupaten Bantul,Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
1.3.Kontraktor Utama
Machine Fabriek Sangerhausen , Jerman Timur
1.4Status Perusahaan
            Perseroan Terbatas,didirikan tanggal 14 Juni 1955
 Diberinama : “Pabrik-Pabrik Gula Madubaru PT” (P2G.Madubaru PT)memiliki 2 Pabrik “
            : Pabrik Gula (PG)Madukismo
            : Pabrik Alkohol / Spiritus(PS)Madukismo
1.5 Pemilik Saham
            Pada Awal berdiri : 75% milik Sri Sultan Hamengku Buwono IX,25% Milik Pemerintah RI (Departemen Pertanian RI)Saat Ini telah dirubah Menjadi sbb :
65% Milik Sri Sultan Hamengku Buwono X , 35% Milik Pemerintah yang dikuasakan kepada PT.Rajawali Nusantara Indonesia (PT.RNI).
1.6 Kronologi Status Perusahaan dan Perubahan Management
Th.1955 – 1962           : Perusahaan Swasta (PT)
Th. 1962 – 1966          : BPU – PPN Bubar .
PG – PG di Indonesia boleh memilih  : tetap sebagai Perusahaan        Negara atau keluar menjadi Perusahaan Swasta(PT).
PT.madubaru memilih untuk menjadi Perusahaan Swasta
Th. 1966 – 1984          : PT.Madubaru kembali menjadi Perusahaan Swasta dengan   Susunan Direksi yang dipimpin oleh Hamengku Buwono IX sebagai Presiden Direktur.
Tanggal 4 Maret 1984 – 24 Februari 2004 diadakan kontrak management dengan PT.Rajawali Nusantara Indonesia (PT.RNI).
Tanggal 2 Februari 2004 – Sekarang PT.Madubaru menjadi perusahaan mandiri yang dikelola secara professional dan independent.

untuk bahan pembelajaran sektor agribisnis

Agro Wisata

Agrowisata PG Madukismo, yang terletak di lingkungan kerja PG Madukismo Bantul Yogyakarta menawarkan paket agrowisata yang lumayan lengkap. Pengunjung bisa menikmati lingkungan pabrik yang didirikan atas prakarsa Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Pengunjung bisa menikmati pemandangan pepohonan yang rimbun berusia ratusan tahun, keliling kebun tebu naik lokomotif (spoor) tebu tua. Lebih dari itu pengunjung juga bisa mengajak keluarga serta anak-anak untuk melakukan berbagai kegiatan outdoor yang menarik. Mengunjungi obyek wisata ini kita juga semakin disadarkan betapa proses membuat gula merupakan proses yang panjang. Untuk menghasilkan gula manis dan higienis seperti yang selama ini kita konsumsi banyak melibatkan orang. Sebelum tebu masuk pabrik, bahan pembuat gula ini harus melewati masa pertumbuhannya di lahan petani selama satu tahun untuk mencapai kemasakannya yang optimal dan siap digiling. Di kebun, tebu memerlukan pemeliharaan dari tangan-tangan telaten dan sabar para petani. Selain itu wisata  singkat ke agrowisata PG Madukismo menambahkan suatu kesadaran bahwa pabrik gula mempunyai peluang untuk tempat rekreasi warga sekaligus tempat edukasi generasi muda yang baik.
Bagi penggemar wisata terutama wisata yang ditujukan untuk mendidik anak-anak, pelajar dan mahasiswa dan tempat ini baik untuk dikunjungi. Selain bisa menikmati banyak suasana industri yang mempekerjakan ribuan orang, pengunjung bisa melepas segala kepenatan dan kekesalan fisik dan psikis. Memasuki komplek agrowisata pada musim giling pengunjung akan disapa dengan riuh rendahnya mesin pabrik yang menderu-deru. Mesin-mesin pabrik yang besar terus berputar dengan anteng dan anteb menggiling tebu, memerahnya menjadi nira dan kemudian mengubahnya menjadi kristal-kristal putih jernih yang kita sebut sebagai gula. Pohon-pohon besar rindang dan tua seolah tak mengenal waktu  membawa keramahan dan kenyamanan.
Terletak di Pedukuhan Padokan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, obyek wisata     PG Madukismo yang terletak di tengah-tengah dan dilingkungan pabrik gula dapat dicapai dari Yogyakarta dengan mengambil arah menuju Bantul.       PG Madukismo yang pada waktu pendiriannya masih di kawasan pedesaan, kini seiring dengan kemajuan telah menjadi wilayah pinggiran kota dan terletak persis di pinggiran ring road selatan. Jalan yang menuju ke obyek agrowisata sangat mulus dan mudah sekali dicapai. Dari kota Yogyakarta hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit. Selesai mengunjungi obyek agrowisata ini pengunjung bisa meneruskannya menuju ke obyek lain seperti pantai Parangtritis, pantai Samas, Goa Selarong, makam raja-raja di Imogiri dan sebagainya.
Keunikan obyek wisata PG Madukismo adalah obyek wisata pendidikan. Pengunjung bisa memilih sendiri acara yang diinginkannya. Kenikmatan mengendarai lokomotif tebu tua mungkin hanya bisa dinikmati di obyek wisata ini. Pengunjung bisa memutari obyek wisata PG Madukismo dengan duduk di atas gerbong yang ditarik lokomotif tua buatan Jerman .Sepanjang perjalanan yang kira-kira berdurasi pendek itu pengujung akan melihat berbagai kegiatan atau bangunan yang ada di komplek PG Madukismo Sebagai wisata edukasi pengunjung mahasiswa atau pelajar akan dijelaskan tentang  proses pembuatan gula mulai dari pembukaan lahan, pemeliharaan, panen, serta proses pembuatan gula oleh pemandu wisata. Pada musim giling pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan gula secara langsung di pabrik. Sehingga mereka bisa menyaksikan langsung proses di gilingan, stasiun puteran dan pemurnian, bahkan sampai proses pengemasan gula di gudang.